Puisinolog Manifesto Orgil

sebuah karya ekperimental dari Cucuk Espe yang membawa puisi ke ranah panggung dalam bentuk monolog. Beliau memberi nama pertunjukan ini Puisinolog yaitu cara pemanggungan teks puisi (puisi-monolog). Cucuk Espe adalah Pimpinan Teater Kopi Hitam Indonesia.

berikut ini salah satu nukilan dari naskah puisinolog Manifesto Orgil.

 

Saudaraku,

Telah lama pepohonan di teras itu, diam membeku

Tanpa angin membelai lugu seperti kemarin dulu

Telah lama jalanan sepi, tak ada keriuhan lagi

Dimana pengemis, gelandangan, dan seniman bersatu janji

Tangkap pagi dan taklukkan malam!

Tangkap pagi dan tundukkan kelam!

 

Ini bukan kisah siapa-siapa

Juga bukan kisah orang ternama

Ini tentang kita. Ya! Kita yang berada seberanda

 

Jika redup lampu membuat kita terhening

Jika kabut itu membuat kita tak bergeming

Kita bukan siapa-siapa. Kita bukan apa-apa

Di negeri yang kaya raya, kita bersahaja.

 

Seperti lelaki di seberang sana.

(Diam sejenak. Dan menunjuk ke arah lelaki tersebut)

 

Di bumi yang compang-camping ini

Di negeri milik orang asing ini; kita bebas menjual harga diri.

Para lelaki menggadaikan anak-istri

Para perempuan mengobral kehormatan

Di televisi. Di jalanan. Di taman kota. Bahkan kamar mandi.

Seperti di seberang sana!

 

(tiba-tiba suasana pecah menjadi dialogis)

 

Lelaki:

“Kita tidak membutuhkan penyair atau pembaca narasi picisan

Kata-kata membuat kita tak bisa apa-apa

Kata-kata tak membuat kita terjaga

Kata-kata tak membuat kita tersadar

Seperti burung gagak terbang mencari mangsa”

 

Penyair:

“Kita membutuhkan puisi, tidak sekedar kata-kata”

 

download naskah lengkap puisinolog cucuk espe

Download Naskah

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*