KROCO-KROCO – drama

Karya Hafid Fuad

 

(Di tengah panggung terdapat sebuah ruangan yang tidak simetris dengan penanda ruang di belakangnya. Pintu di posisi lebih tinggi, dengan tangga yang menurun. Ruangan dikelilingi jalanan kampung yang tidak besar.

Ruangan tersebut persembunyian terakhir, terkesan sempit, terdapat pintu kamar mandi atau dapur, dan minim cahaya. Beberapa jendela ditutup mati. Pembatas ruang dan jalanan hanya berupa garis.

Seorang buronan wanita tampak tergesa melewati jalanan karena diikuti pembunuh bayaran. Dia berhasil menghindar dan menuju ruang persembunyian. Sedangkan pembunuh ke arah yang lainnya. Di dalam ruangan, Ningrum sedang mengetik. Terdapat perban membalut badannya dan semacam penyangga di lehernya. Komarun turun dari tangga dengan tongkat dan meletakkan beberapa eksemplar tabloid lalu menyerahkan setoran.)

(Adegan 1)

Ningrum: kau dengar itu?

Komarun: siapa?

Ningrum: ada orang?

Komarun: tidak ada siapa siapa.

Ningrum: seperti ada yang mengendap endap di atas kita. dapat berapa hari ini?

Komarun: hanya dua ratus ribu. dari dua bank yang baru buka di kota. (menjauh dan menyalakan rokok)

Ningrum: cuman ini? Apa tabloid kita yang edisi kemarin tidak menarik lagi buat mereka? Betul betul, sekarang sudah tidak ada yang tertarik dengan berita positif. (melihat duit) Apa dipikirnya kita pengemis di pinggir jalan? Jangan sampai aku tulis yang aneh aneh soal bisnis mereka.

 

download naskah Kroco-Kroco

Download Naskah

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*